LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI ANALISIS KUALITATIF SIMPLISIA PATI (AMYLUM)

0
7347

LAPORAN PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI ANALISIS KUALITATIF SIMPLISIA PATI (AMYLUM)

 

I. Tujuan Praktikum

Mahasiswa dapat mengetahui dan melakukan identifiasi macam-macam amylum secara makroskopik, mikroskopik dan kimiawi

II. Teori Dasar

Pati atau amilum adalah karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air, berwujud bubuk putih, tawar,  tidak berbau. Pati merupakan bahan utama yang dihasilkan oleh tumbuhan untuk menyimpan kelebihan glukosa (sebagai produk fotosintesis) dalam jangka panjang.pati tersusun dari dua macam karbohidrat, yaitu amilosa dan amilopektin dalam komposisi yang berbeda-beda. Amilosa memberikan sifat keras sedangkan amilopektin bersifat lengket. Amilosa memberikan warna ungu pekat pada tes iodin sedangkan amilopektin tidak bereaksi, yang harus diperhatikan pada pengamatan amilum secara mikroskopik adalah betntuk dan ukuran butiran, bentuk dan letak hilus, adanya lamella.  Dalam dunia farmasi amilum digunakan sebagai bahan penghancur atau pengembang obat yang berfungsi menghancurkan tablet setelah ditelan.

  1. Klasifikasi Amylum

Amylum oryzae (pati beras) adalah amylum yang diperoleh dari biji Oryza sativa L. yang berupa serbuk sangat halus dan putih. Secara makroskopik yaitu berupa butir bersegi banyak , tunggal atau majemuk bentuk bulat telur. Hilus di tengah tidak terlihat jelas, tidak ada lamella konsentris. Jika diamati di bawah cahaya terpolarisasi tampak bentuk silang berwarna hitam, memotong pada hilus.

Klasifikasi tanaman asal:

Kingdom                     :Plantae

Subkingdom                :TraCheobionta

Super Divisi                :Spermathopyta

Divisi                           :Magnoliophyta

Kelas                           :Liliopsida

Sub kelas                     :Commelinidae

Ordo                            :Poales

Familli                         :Poaceae

Genus                          :Oryza

Spesies                        :Oryza sativa L.

Amylum Maydis (pati jagung) adalah pati yang diperoleh dari biji Zea mays L. Yang berupa serbuk sangat halus dan putih.secara mikroskopik yaitu berupa butir bersegi banyak, bersudut, atau butir bulat, hilus ditengh berupa rongga nyata atau celah, tidak ada lamella. Jika diamati dibawah cahaya terpolarisasi, tampak bentuk silang berwarna hitam, memotong pada hilus.

Klasifikasi tanaman asal:

Kingdom               : Plantae

Subkingdom          : Tracheobionta

Super Divisi          : Spermatophyta

Divisi                     : Magnoliophyta

Kelas                     : Liliophsida

Sub Kelas              : Commelinidae

Ordo                      : Poales

Famili                    : Poaceae

Genus                    : Zea

Spesies                  : Zea mays L.

AmylumTriciti (pati gandum) adalah pati yang diperoleh dari biji Triticum vulgare L. Secara mikroskopik berbentuk butir tunggal besar, dilindung oleh butiran kecil. Bentuk serupa lensa bundar atau jorong, kadang berbentuk ginjal. Hillus terletak ditengah tidak jelas bertupa titik atau celah, lamella tidak jelas.

Klasifikasi tanaman asal:

Kingdom               : Plantae

Sub kingdom         : Tracheobionta

Super Divisi          : Spermatophyta

Divisi                     : Magnoliophyta

Kelas                     : Liliopsida

Sub kelas               : Commelinidae

Ordo                      : Poales

Famili        `           : Poaceae

Genus                    : Triticum

Spesies                  : Triticumaestivum L.

Amylum Solani (pati kentang) adalah pati yang diperoleh dari umbi Solanum tuberossum yang berupa serbuk sangat halus dan putih. Secara mikroskopik berupa butir tunggal, tidak beraturan, atau bulat atau bulat telur, atau membulat, butir majemuk jarang, terdiri dari 2-4 , hilus berupa titik pada ujung yang sempit dengan lamella konsentris jelas terlihat.

Klasifikasi tanaman asal:

Kingdom               :Plantae

Subkingdom          :Trecheobionta

Super Divivsi        :Spermatophyta

Divisi                     :Magnoliopsida

Sub kelas               :Asteridae

Ordo                      :Solanales

Family                   :Solanaceae

Genus                    :Solanum

Spesies                  :solanum tuberrosum

Amylum Manihot (pati singkong) adalah pati yang diperoleh dari umbi akar Manihot utilissima Pohl yang berupa serbuk sangat halus dan putih, secara mikroskopik berupa butir tunggal, agak bulat atau bersegi banyak butir kecil, butir besar, hilus ditengah berupa titik, garis lurus atau bercabang tiga, lamella tidak jelas konsentris, butir majemuk sedikit, terdiri dari 2 atau 3 butir tunggal yang tidak sama bentuknya.

Klasifikasi tanaman asal:

Kingdom               :Plantae

Sub kingdom         :tracheobionta

Super Divisi          :spermatophyte

Divisi                     :Magnoliopsida

Sub kelas               :Rosidae

Ordo                      :Euphorbiales

Famili                    :Eupherbiaceae

Genus                    :Manihot

Spesies                  :Manihotesculentacrantz

  1. Kandungan Kimia dan Kasiat Dari Amylum

Amylum Oryzae (Pati Beras) :

Zat Berkhasiat Utama / Isi       : Amilosa, amilopektin, air, abu.

Penggunaan                              : Bahan penolong dari sediaan obat

Pemerian                                   : Serbuk sangat halus, warna putih, tidak berasa

                                                   dan tidak berbau

Bagian Yang Digunakan          : Pati yang diperoleh dari biji

Penyimpanan                            : Dalam wadah tertutup baik

Amylum Maydis (pati jagung) :

Zat Berkhasiat Utama / Isi       : Amilosa, amilopektin

Penggunaan                              : Zat tambahan

Pemerian                                   : Serbuk halus warna putih, tidak berbau, rasa

                                                   lemah

Bagian Yang Digunakan          : Pati yang diperoleh dari biji yang masak

Penyimpanan                            : Dalam wadah tertutup baik

AmylumTriciti (pati gandum) :

Zat Berkhasiat Utama / Isi       :Amilosadanamilopektin, air, abu

Penggunaan                        :Bahanpenolongbahansediaanobat

Sediaan                               :

  1. Aluminii Hydroxydi Compressi (Form.Nas)
  2.  Acidi Salicylici Zinci Oxydi Pasta (Form.Nas)
  3. Resorcinoli Unguentum Compositum (Form. Nas)

Pemerian                             : Serbuk sangat halus, warna putih, tidak berbau,

                                             hampir tidak berasa putih,tidak berbau, tidak berasa

Bagian Yang Digunakan     :Pati yang diperoleh dari buah

Penyimpanan                      :Dalam wadah tertutup baik

Amylum Solani (pati kentang) :

Zat Berkhasiat Utama / Isi       :Amilosa dan amilopektin

Penggunaan                              :Bahan penolong bahan sediaan obat

Pemerian                                   :Serbuk halus, warna putih, tidak berbau

Bagian Yang Digunakan          :Pati yang diperoleh dari ubi

Penyimpanan                            :Dalam wadah tertutup baik

Amylum Manihot (pati singkong) :

Zat Berkhasiat Utama / Isi  :Amilosa dan amilopektin

Penggunaan                          :Bahan penolong bahan sediaan obat

Sediaan                                :Acidi Salicylici, Zinci Oxydilotio (Form. Nas)

Pemerian                              :Serbuk halus kadang-kadang berupa gumpalan

                                              kecil warna putih tidak berbau, tidak berasa

Bagian Yang Digunakan     :Pati yang diperoleh dari umbiakar

Penyimpanan                        :Dalam wadah tertutup baik

  1. Kegunaan Amylum Dalam Farmasi

Secara umum amilum terdiri dari 20% bagian yang larut air (amilosa) dan 80% bagian yang tidak larut dalam air  (amilopektin). Hidrolisis amilum oleh asam mineral menghasilkan glukosa sebagai produk akhir secara hampir kuantitatif (Gunawan, 2004).

Pada bidang farmasi, amilum terdiri dari granul-granul yang diisolasi dari Zea mays Linne (Graminae), Triticum aesticum Linne (Graminae), dan Solanum tuberosum Linne (Solanaceae). Granul amilum jagung berbentu polygonal, membulat atau sferoidal dan mempunyai garis tengah 35 mm. Amilum gandum dan kentang mempunyai komposisi yang kurang seragam, masing-masing mempunyai 2 tipe granul yang berbeda (Gunawan, 2004).

Amilum digunakan sebagai bahan penyusun dalam serbuk awur dan sebagai bahan pembantu dalam pembuatan sediaan farmasi yang meliputi bahan pengisi tablet, bahan pengikat, dan bahan penghancur. Sementara suspensi amilum dapat diberikan secara oral sebagai antidotum terhadap keracunan iodium dam amilum gliserin biasa digunakan sebagai emolien dan sebagai basis untuk supositoria (Gunawan, 2004). Sebagai amilum normal, penggunaanya terbatas dalam industri farmasi. Hal ini disebabkan karakteristiknya yang tidak mendukung seperti daya alir yang kurang baik, tidak mempunyai sifat pengikat sehingga hanya digunakan sebagai pengisi tablet bagi bahan obat yang mempunyai daya alir baik atau sebagai musilago, bahan pengikat dalam pembuatan tablet cara granulasi basah (Anwar, 2004). Amilum hidroksi-etil adalah bahan yang semisintetik yang digunakan sebagai pengencer plasma (dalam larutan 6%). Ini merupakan pengibatan tambahan untuk kejutan yang disebabkan oleh pendarahan, luka terbakar, pembedahan, sepsis, dan trauma lain.

Sediaan amilum yang terdapat dalam pasaran adalah Volex (Gunawan, 2004). Fungsi amilum dalam dunia farmasi tergolong banyak dan penting. Bahkan sudah ada sediaan yang dipasarkan. Sebaiknya dapat dimaksimalkan penggunaannya dan dilestarikan pula tanaman-tanaman yang mengandung amilum untuk kelancaran dalam bidang farmasi.

III.             Alat dan Bahan

Alat yang digunakan :

  1. Mikroskop
  2. Objek Glass
  3. Cover Glass
  4. Pipet Tetes
  5. Tabung Reaksi
  6. Tissue

Bahan yang digunakan :

  1. Amylum Oryzae
  2. Amylum Tritici
  3. Amylum Manihot
  4. Amylu Maydis
  5. Aquadest
  6. Larutan Iodium
  1. Prosedur
  2. Identifikasi Amylum secara Makroskopik :
  3. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
  4. Ambil sedikit amylum oryzae
  5. Amati warna dan baunya
  6. Catat hasil pengamatan
  7. Ulangi percobaan di atas (percobaan 1,2,3,4) untuk amylum solani, amylum tritici, amylu manihot dan amylum maydis.
  1. Identifikasi Amylum secara Mikroskopik :
  2. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
  3. Ambil sedikit amylum oryzae dan meletakannya pada objek glass
  4. Tambahkan 1-2 tetes aquadst kemudian segera menutup dengan cover glass.
  5. Amati di bawah mikroskop
  6. Catat dan gambar hasil pengamatan yang meliputi : bentuk & ukuran butiran, bentuk & letak hillus, dan lamellanya.
  7. Ulangi percobaan di atas (percobaan 1,2,3,4) untuk amylum solani, amylum tritici, amylu manihot dan amylum maydis.
  1. Identifikasi Amylum secara Kimiawi :
  2. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan
  3. Ambil sedikit amylum oryzae danletakan pada kaca arloji
  4. Tambahkan 1-2 tetes larutan iodium, amati
  5. Catat hasil pengamatan
  6. Ulangi percobaan di atas (percobaan 1,2,3,4) untuk amylum solani, amylum tritici, amylu manihot dan amylum maydis.
  1. Hasil Pengamatan
  2.        Identifikasi Amylum secara Makroskopik :
Amylum Hasil Pengamatan
Amylum Oryzae Warna : Putih Pucat

Bau      : Tidak Berbau

Amylum Tritici Warna : Putih Pucat

Bau      : Tidak Berbau

Amylum Manihot Warna : Putih

Bau      : Tidak Berbau

Amylum Maydis Warna : Putih

Bau      : Tidak Berbau

  1. Identifikasi Amylum secara Mikroskopik :
Amlyum Hasil Pengamatan
Amylum Oryzae Bentuk : Butir Bersegi

Ukuran : Bersegi 2 µm-5µm bulat   telur 10µm-20µm

Hilus    :

Lamella : tidak ada lamella

Gambar :

Amylum Tritici Bentuk : butir tunggal besar dilindungi oleh butiran

Hilus     : hilus berada ditengah tidak jelas

Lamella : Tidak ada lamella

Gambar :

Amylum Manihot Bentuk : Tunggal agak bulat

Ukuran : 5µm-10µm

Hilus     : hilus ditengah berbentuk titik

Lamella : tidak ada lamella

Gambar :

Amylum Maydis Bentuk : Butir bersegi banyak

Ukuran : 2µm-23µm

Hilus     : hilus bersegi banyak

Lamella : tidak ada lamella

Gambar :

  1. Identifikasi Amylum secara Kimiawi :
Amylum Perlakuan Reaksi Positif Hasil Pengamatan
Amylum Oryzae Amylum oryzae + Larutan Iodium Terbentuk Warna Biru Hitam
Amlyum tritici Amylum tritici + Larutan Iodium Terbentuk Warna Biru Hitam
Amylum Manihot Amylum Manihot + Larutan Iodium Terbentuk Warna Biru Hitam
Amylum Maydis Amylum Maydis + Larutan Iodium Terbentuk Warna Biru Hitam
  1. Pembahasan

Pada praktikum tanggal 23 September 2014 dilakukan identifikasi amilum secara  makroskopis, mikroskopis dan secara kimiawi. Sampel yang digunakan pada percobaan kali ini adalah Amylum Oryzae, Amylum Tritici, Amylum Manihot, dan Amylum Maydis. Identifikasi amilum secara makroskopis bertujuan untuk mengetahui warna dan bau dari amilum yang akan di uji. Kemudian Identifikasi amilum secara mikroskopis agar kita lebih mengetahui bentuk-bentuk yang khas dari masing-masing amilum pada sampel sehingga kedepannya akan lebih memudahkan mahasiswa dalam membuat sediaan farmasi. Sedangkan Identifikasi secara kimiawi bertujuan untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya amilum dalam sampel yakni dengan cara uji iodine. Pada uji ini sampel yang mengandung amilum akan berubah warna menjadi biru keunguan sampai hitam.

Sampel di uji secara makroskopis dengan menggunakan indra manusia , di lihat warna dan bau sampel. Amilum tritici berwarna putih dan tidak berbau. Amilum manihot berwarna putih dan tidak berbau . amilum maydis berwarna putih dan tidak berbau . Dari semua sampel memiliki ciri-ciri berwarna putih dan tidak berbau sesuai dengan persyaratan mutu yang baik dari amilum .

Berdasarkan hasil percobaan secara makroskopis, amilum oryzae berwarna putih dan tidak berbau. Sedangkan secara mikroskopis amilum oryzae adalah butir bersegi banyak tunggal atau majemuk berbentuk bulat telur, dengan ukuran kira-kira kurang lebih 2-5 mikro meter. Hilus ditengah tidak terlihat jelas, tidak ada lamella konsentris. Identifikasi amilum secara mikroskopis, pada amilum oryzae memiliki bentuk pati majemuk sehingga hilus dan lamelanya tidak terlihat.  Secara kimiawi , sampel yang ditetesi iodium menghasilkan warna hitam .

Pada amilum tritici berwarna putih dan tidak berbau. Sedangkan secara mikroskopis amilum tritici adalah butir tunggal besar dilindungi oleh butiran kecil. Hilus terletak di tengah tidak jelas berupa titik atau celah dan lamella tidak jelas. Secara kimiawi , sampel yang ditetesi iodium menghasilkan warna hitam .

Pada amilum manihot berwarna putih dan tidak berbau. Sedangkan secara mikroskopis amilum manihot adalah butir tunggal agak bulat atau bersegi banyak butir kecil yang berukuran kira-kira kurang lebih 5-10 mikro meter. Hilus di tengah berupa titik dan lamella tidak jelas. Secara kimiawi , sampel yang ditetesi iodium menghasilkan warna hitam .

Pada amilum maydis berwarna putih dan tidak berbau. Sedangkan secara mikroskopis amilum maydis adalah butir bersegi banyak, bersudut, dengan ukuran kira-kira kurang lebih 2-23 mikro meter. Hilus di tengah berupa rongga yang nyata atau celah dan tidak ada lamella. Secara kimiawi , sampel yang ditetesi iodium menghasilkan warna hitam .

Berdasarkan hasil percobaan secara kimiawi, sampel yang telah ditetesi dengan iodine berubah menjadi hitam ini dikarenakan warna hitam yang dihasilkan diperkirakan adalah hasil dari ikatan kompleks antara amilum dengan iodine dan adanya reasksi berlebih antara amilum dengan larutan iodine

Faktor-faktor kesalahan yang terjadi saat praktikum antara lain :

  1. Pada saat pengujian secara mikroskopis, sampel yang digunakan terlalu tebal sehingga saat diamati  penampangnya tidak terlalu jelas (menumpuk).
    2.      Pada saat pengujian secara kimiawi , sampel yang digunakan juga terlalu banyak/menumpuk dan penambahan iodine tidak sesuai dengan perbandingan antara berat sampel dan iodine .

VII.          Kesimpulan

  1. amilum oryzae berwarna putih dan tidak berbau. Sedangkan secara mikroskopis amilum oryzae adalah butir bersegi banyak tunggal atau majemuk berbentuk bulat telur, dengan ukuran kira-kira kurang lebih 2-5 mikro meter. Hilus ditengah tidak terlihat jelas, tidak ada lamella konsentris.2.      amilum tritici berwarna putih dan tidak berbau. Sedangkan secara mikroskopis amilum tritici adalah butir tunggal besar dilindungi oleh butiran kecil. Hilus terletak di tengah tidak jelas berupa titik atau celah dan lamella tidak jelas. Secara kimiawi , sampel yang ditetesi iodium menghasilkan warna hitam .
  2. amilum manihot berwarna putih dan tidak berbau. Sedangkan secara mikroskopis amilum manihot adalah butir tunggal agak bulat atau bersegi banyak butir kecil yang berukuran kira-kira kurang lebih 5-10 mikro meter. Hilus di tengah berupa titik dan lamella tidak jelas. Secara kimiawi , sampel yang ditetesi iodium menghasilkan warna hitam .
  1. Pada amilum manihot berwarna putih dan tidak berbau. Sedangkan secara mikroskopis amilum manihot adalah butir tunggal agak bulat atau bersegi banyak butir kecil yang berukuran kira-kira kurang lebih 5-10 mikro meter. Hilus di tengah berupa titik dan lamella tidak jelas. Secara kimiawi , sampel yang ditetesi iodium menghasilkan warna hitam .

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here