RUANG LINGKUP FITOKIMIA ANTOSIANIN

0
595

RUANG LINGKUP FITOKIMIA

ANTOSIANIN

 FITOKIMIA

 

OLEH:

NI PUTU ERNA WIDIASMINI

162200020

B1

 JURUSAN FARMASI (ALIH JENJANG)

PROGRAM STUDI FARMASI KLINIS

INSTITUT ILMU KESEHATAN MEDIKA PERSADA

2016/2017


  1. Tumbuhan-tumbuhan penghasil senyawa fitokimia antosianin

Tumbuhan penghasil antosianin adalah tumbuhan yang memiliki pigmen warna merah, ungu dan biru. Antosianin termasuk pigmen larut air yang secara alami, terakumulasi pada sel epidermis buah-buahan, akar, dan daun. Antosianin terdapat pada sejumlah besar buah-buahan seperti : anggur, strawberri, cherri, ubi jalar, pada sayuran seperti kol merah dan bayam merah (Hendry 1996; Harborne 1987) dan pada tumbuhan lainnya warna dan stabilitas pigmen antosianin tergantung pada struktur molekul secara keseluruhan. Semakin banyak substitusi OH dapat menyebabkan warna semakin biru, sedangkan metoksilasi akan menyebabkan warnanya semakin merah (Samber, 2013)

Antosianin yang akan penulis bahas dalam laporan ini adalah antosianin yang terdapat dalam tumbuhan bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.)

  1. Struktur Antosianin

                                  

Gambar 1 Struktur Umum Antosianin

Antosianin adalah metabolit sekunder dari famili flavonoid (Supriyono 2008). Antosianin adalah suatu kelas dari senyawa flavonoid, yang secara luas terbagi dalam polifenol tumbuhan. Flavonol, flavan-3-ol, flavon, flavanon, dan flavanonol adalah kelas dari flavonoid yang berbeda dalam oksidasi antosianin. Senyawa flavonoid tidak berwarna atau kuning pucat (Sundari 2008). Proses pembentukan antosianin ini diawali oleh malonil-CoA yang berasal dari 3 asetil-CoA dan p-koumaroil-CoA fenilalanin. Ketika tingkat kematangan semakin tinggi maka aktivitas antioksidannya semakin tinggi, antosianin meningkat pada buah yang semakin matang. (Hidayah, 2013)

  1. Fungsi adaptif dari berbagai kelas senyawa-senyawa fitokimia bagi tumbuhan

Peranan antosianin dalam tanaman antara lain adalah memberikan sifat-sifat yang khusus, yaitu memberikan warna pada buah dan sayuran (Ariany dkk., 2013). Warna diberikan oleh antosianin berdasarkan susunan ikatan rangkap terkonjugasinya yang panjang, sehingga mampu menyerap cahaya pada rentang cahaya tampak. Sistem ikatan rangkap terkonjugasi ini juga yang mampu menjadikan antosianin sebagai antioksidan dengan mekanisme penangkapan radikal (Samber, 2013)

  1. Fungsi farmakologis dan berbagai kelas senyawa fitokimia bagi manusia

Menurut (Sadad dkk., 2009) senyawa aktif antosianin yang terdapat dalam air seduhan bunga rosella diduga dapat menurunkan kadar asam urat darah tikus jantan hiperurisemia dan dikatakan bahwa antosianin pada bunga rosella dapat bekerja seperti allopurinol yaitu menghambat kerja xantin oksidase dalam sintesa asam urat. Menurut (Oktavia, 2015) kandungan senyawa dalam Rosella yang diduga berkhasiat sebagai antikolesterol adalah antosianin. Antosianin bekerja dengan cara menghambat kerja enzim CETP (Cholesteryl Ester Transfer Protein). Dari kedua pernyataan dapat disimpulkan bahwa bunga rosella yang mengandung senyawa antosianin dapat berfungsi dalam penurunan kadar asam urat dan kadar kolesterol. Selain itu, antosianin juga merelaksasi pembuluh darah untuk mencegah aterosklerosis dan penyakit kardiovaskuler lainnya. Berbagai manfaat positif dari antosianin untuk kesehatan manusia adalah untuk melindungi lambung dari kerusakan, menghambat sel tumor, meningkatkan kemampuan penglihatan mata, serta berfungsi sebagai senyawa anti-inflamasi yang melindungi otak dari kerusakan (Samber, 2013).

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Ariany, S.P., Sahiri, N., Syakur, A., 2013. Pengaruh Kuantitas Cahaya Terhadap Pertumbuhan dan Kadar Antosianin Daun Dewa (Gynura pseudochina (L.) Dc) Secara In Vitro Effect Of Light On The Growth Quantity And Content Of Anthocyanin Of Leaf Dewa (Gynura pseudochina ( L. ) Dc ) In Vitro. e-J. Agrotekbis 1 (5) : 413 – 420, ISSN : 2338-3011

Harborne, J.B. 1987. Metode Fitokimia Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan. Bandung: ITB

Hendry. 1996. Natural Food Colours. di Dalam Natural Food Colorants. Hendry, G. A. F. & J. D. Houghton (Ed.). 1996. 2nd Ed. Blackie Academic & Proffesional London.

Hidayah, T. 2013. Uji Stabilitas Pigmen dan Antioksidan Hasil Ekstraksi Zat Warna Alami Dari Kulit Buah Naga (Hylocereus undatus). Skripsi. Semarang: Universitas Negeri Semarang

Sadad, R.A., Ermayanti, A. Dan Palupi, S. D. H. 2009, Pengaruh Pemberian Air Seduhan Bunga Rosela (Hibiscus Sabdariffa L.) Pada Penurunan Kadar Asam Urat Darah Tikus Putih Jantan Galur Wistar Hiperurisemia, Sekolah Tingi Ilmu Farmasi Semarang Media Farmasi Indonesia Vol 4 No 1

Octavia, S.K., Surdijati, S., Soegianto, L., 2015. Pengaruh Pemberian Infus Kelopak Kering Rosella (Hibiscus sabdariffa) Terhadap Kadar Kolesterol Total Serum Darah Tikus Hiperkolesterolemia. Surabaya: Universitas Katolik Widya Mandala, Jurnal Farmasi Sains Dan Terapan Volume 2 Nomor 2

Samber, L.N., Semangun, H., Prasetyo, B., 2013. Karakteristik Antosianin Sebagai Pewarna Alami. Universitas Kristen Satya Wacana. Prosiding Seminar Nasional Biologi Vol.10. No.3

Sundari, U. 2008. Uji Banding Metode Ekstraksi Karotenoid Dan Tokoferol Sari Buah Merah. Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Supriyono, T. 2008. Kandungan Β-Karoten, Polifenol Total Dan Aktivitas “Merantas” Radikal Bebas Kefir Susu Kacang Hijau (Vigna Radiata) Oleh Pengaruh Jumlah Strater (Lactobacillus Bulgaricus Dan Candida Kefir) Dan Konsentrasi Glukosa. Tesis. Semarang: Universitas Diponegoro.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here