LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI PENANAMAN MIKROBA

0
3108

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI PENANAMAN MIKROBA

OLEH :

Kls/Smt : A/II

Nama Kelompok :

  1. Putu Ayu Purnamasari                        (131010)
  2. Komang Ayu Sarini                            (131011)
  3. Dewi Putriyani                                    (131012)
  4. Ni Luh Dian Pratiwi                           (131013)
  5. I Putu Esa Diputra Anjasmara                        (131014)
  6. Dewa Ayu Dwina Inggriani               (131015)
  7. Dewa Ayu Embas Saraswati              (131016)
  8. Ni Putu Erna Widiasmini                    (131017)
  9. Eugenius Surya Puji                            (131018)

AKADEMI FARMASI SARASWATI DENPASAR

2014

PENANAMAN (INOKULASI) MIKROBA

  1. Pendahuluan

1.1               Inokulasi Bakteri

Penanaman bakteri atau biasa disebut juga inokulasi adalah pekerjaan memindahkan bakteri dari medium yang lama ke medium yang baru dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi. Untuk melakukan penanaman bakteri (inokulasi) terlebih dahulu diusakan agar semua alat yang ada dalam hubungannya dengan medium agar tetap steril, hal ini agar menghindari terjadinya kontaminasi.

Ada beberapa tahap yang harus dilakukan sebelum melakukan teknik penanaman bakteri (inokulasi) yaitu :

  1. Menyiapkan ruangan

Ruang tempat penanaman bakteri harus bersih dan keadannya harus steril agar tidak terjadi kesalahan dalam pengamatan atau percobaaan .dalam labotarium pembuataan serum vaksin dan sebagainya. Inokulasi dapat dilakukan dalam sebuah kotak kaca (encast) udara yang lewat dalam kotak tersebut dilewatkan saringan melalui suatu jalan agar tekena sinar ultraviolet.

  1. Pemindahan dengan dengan pipet

Cara ini dilakukan dalam penyelidikan air minum atau pada penyelidikan untuk diambil 1 ml. Contoh yang akan diencerkan oleh air sebanyak 99 ml murni.

  1. Pemindahan dengan kawat inokulasi.

Ujung kawat inokulasi sebaliknya dari platina atau nikel. Ujungnya boleh lurus juga boleh berupa kolongan yang diametrnya 1-3mm. Dalam melakukuan penanaman bakteri kawat ini terlebih dahulu dipijarkan sedangkan sisanya tungkai cukup dilewatkan nyala api saja setelah dingin kembali kawat itu disentuhkan lagi dalam nyala.

1.2               Teknik Inokulasi

  1. Teknik penanaman dari suspensi

Teknik penanaman ini merupakan lajutan dari pengenceran bertingkat. Pengambilan suspensi dapat diambil dari pengenceran mana saja tapi biasanya untuk tujuan isolasi (mendapatkan koloni tunggal) diambil beberapa tabung pengenceran terakhir.

a.1.  Spread Plate (agar tabur ulas)

Spread plate adalah teknik menanam dengan menyebarkan suspensi bakteri di permukaan agar diperoleh kultur murni. Setetes inokolum diletakan dalam sebuah medium agar nutrien dalam cawan petridish dan dengan menggunakan batang kaca yang bengkok dan steril. Inokulasi itu disebarkan dalam medium batang yang sama dapat digunakan dapat menginokulasikan pinggan kedua untuk dapat menjamin penyebaran bakteri yang merata dengan baik .Pada beberapa pinggan akan muncul koloni koloni yang terpisah –pisah.

a.2.  Pour Plate (agar tuang)

Teknik ini memerlukan agar yang belum padat (>45oC) untuk dituang bersama suspensi bakteri ke dalam cawan petri lalu kemudian dihomogenkan dan dibiarkan memadat. Hal ini akan menyebarkan sel-sel bakteri tidak hanya pada permukaan agar saja melainkan sel terendam agar (di dalam agar) sehingga terdapat sel yang tumbuh dipermukaan agar yang kaya Odan ada yang tumbuh di dalam agar yang tidak banyak begitu banyak mengandung oksigen.

  1. Teknik Penanaman dengan Goresan (Streak)

Bertujuan untuk mengisolasi mikroorganisme dari campurannya atau meremajakan kultur ke dalam medium baru. Teknik ini lebih menguntungkan jika ditinjau dari sudut ekonomi dan waktu, tetapi memerlukan ketrampilan-ketrampilan yang diperoleh dengan latihan. Penggoresan yang sempurna akan menghasilkan koloni yang terpisah Inokulum digoreskan di permukan media agar nutrien dalam cawaan petridish dengan jarum pindah (lup inokulasi). Di antara garis-garis goresan akan terdapat sel-sel yang cukup terpisah sehingga dapat tumbuh menjadi koloni.

b.1   Goresan Sinambung

Goresan sinambung umumnya digunakan bukan untuk mendapatkan koloni tunggal, melainkan untuk peremajaan ke cawan atau medium baru.

b.2    Goresan T

b.3    Goresan Kuadran (Streak quadrant)

  1. Metode
  • Alat yang digunakan :
  1. Beaker glass
  2. Pipet volume
  3. Cawan petri
  4. Batang L
  5. Lampu Bunsen
  6. Inkubator
  7. Autoclave
  8. Laminar Air Flow
  9. Tabung durham / tabung reaksi
  10. Kapas
  • Bahan yang digunakan :
  1. Aquadest
  2. Sampel Daun Sirih
  3. Media Agar
  • Cara Kerja Penananam Mikroba :
  1. Siapkan alat yang sudah disterilkan.
  2. Mencari sampel yang akan dicari mikroorganismenya.
  3. Timbang daun yang akan dicari mikroorganismenya.
  4. Buatlah perbandingan air dan daun 1 : 9.
  5. Rendam daun yang sudah ditimbang dengan aquadest.
  6.  Hasil rendaman di letakkan di dalam tabung reaksi sebesar 1 ml.
  7. Tutup dengan kapas ujung tabung reaksi.
  8.  Ambil agar yang sudah disterilkan diletakkan di safety cabinet.
  9.  Ambil tabung reaksi yang sudah berisi air rendaman daun.
  10.  Tuang 0,1 ml ke dalam cawan petri yang sudah berisi agar.
  11.  Ratakan dengan batang L yang sudah steril (di pijar) .
  12. Tutup cawan petri yang sudah berisi biakan dan pindahkan ke dalam inkubator.
  13. Tutup inkubator. Tunggu selama 24 jam .
  1. Hasil Praktikum

Dari praktikum yang kami lakukan. Didapatkan hasil bahwa mikroba yang terdapat pada sampel daun tidak tumbuh

  1. Pembahasan

Isolasi dan Penanaman Mikroba bertujuan untuk mengenal dan membuat berbagai macam medium yang digunakan dalam bidang mikrobiologi, mengenal dan melakukan teknik menanaman bakteri serta mengisolasi bakteri untuk mendapatkan biakan murni. Prinsip yang mendasari percobaan ini adalah inokulasi bakteri dengan konsepsi biakan murni yaitu dengan memisahkan campuran mokroorganisme sehingga membentuk koloni yang terpisah antara satu strain atau jenis mikroba dengan mikroba lainnya dengan menumbuhkan mikroorganisme pada media agar sehingga masing-masing mikroba bisa tumbuh secara berjauhan dan setiap selnya berhimpun membentuk koloni.

Dalam praktikum ini kami mempersiapkan sampel dan media yang telah siap untuk ditanam. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik suspensi. Dan dalam praktikum ini, kami memakai media agar NA. Medium agar digunakan untuk memperoleh biakan murni. Hal ini penting harus diperhatikan dalam melakukan penanaman bakteri, yaitu lingkungan harus berada pada kondisi steril atau aseptik. Hal ini dilakukan agar medium tidak terkontaminasi oleh mikroorganisme lain dan dapat tumbuh dengan baik, sehingga diperoleh biakan murni. Oleh karena itu, sebelum peralatan untuk inokulasi dipergunakan, terlebih dahulu harus dipanaskan dengan pembakar spirtus.

Metode penanaman pada praktikum ini yaitu metode agar tabur ulas (spread plate). Metode penanaman ini adalah teknik menanam dengan menyebarkan suspensi bakteri di permukaan agar diperoleh kultur murni. Media yang digunakan terlebih dulu dipadatkan pada cawan petridis dan baru sampel dituangkan kedalam cawan petridis yang telah berisi media padat kemudian diratakan dengan menggunakan batang L. Sampel yang digunakan dalam media NA ini berupa bakteri yang berasal dari daun sirih.

Medium NA berfungsi untuk membiakan berbagai macam mikroorganisme serta kultur bakteri. Pada praktikum ini kita mempelajari bagaimana melakukan teknik inokulasi biakan mikroorganisme pada medium steril sehingga bisa mendefinisikan bahwa teknik inokulasi adalah pekerjaan memindahkan bakteri dari medium lama ke medium baru dengan tingkat ketelitian sangat tinggi dan dituntut untuk bekerja secara aseptik yaitu bebas dari pengaruh kontaminan mikroorganisme yang lain.

Teknik aseptik dilakukan dengan penyediaan alat-alat kerja yang steril dan bekerja didekat api bunsen agar terhindar dari kontaminan udara. Pada waktu inokulasi pipet volume yang digunakan untuk memindahkan mikroba harus dilewatkan diatas api segera sebelum dan sesudah melakukan pemindahan. Pemanasan ini menghancurkan semua bentuk kehidupan yang ada pada permukaan pipet volume atau alat pemindahan, setelah di inokulasi biakan bakteri disimpan dan diinkubasi dalam lingkungan yang sesuai untuk petumbuhan dengan suhu 37oC selama 1 hari

  1. Kesimpulan

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa teknik penanaman (inokulasi) merupakan teknik pemindahan bakteri ke dalam media dengan perlakuan khusus untuk mempertahankan kemurnian biakan bakteri. Proses inokulasi harus benar-benar aseptik atau steril supaya tidak terjadi kontaminasi oleh mikroorganisme lain.

Dalam metode agar tabur ulas (spread plate) media yang digunakan terlebih dulu dipadatkan pada cawan petridis dan baru sampel dituangkan kedalam cawan petridis yang telah berisi media padat kemudian diratakan dengan menggunakan batang L yang telah dipijarkan.

  1. Daftar Pustaka
  2.  http://renataemily.wordpress.com/2009/11/06/isolasi-inkubasi-dan-  inokulasi
  3. http:// INOKULASI MIKROBA – MIKROBIOLOGI – _ Triandasurbakti’s Blog.htm
  4. http:// NVV _ Praktikum mikrobiologi umum.htm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here