FORMULA TEKHNOLOGI SEDIAAN LIQUID   “MINYAK GOSOK AROMA TERAPI”

0
981

FORMULA TEKHNOLOGI SEDIAAN LIQUID  

“MINYAK GOSOK AROMA TERAPI”

 BAB I PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang

Pada zaman sekarang ini perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi berkembang pesat, begitu juga dengan dunia kefarmasian. Hal ini dapat dilihat dari bentuk sediaannya yang beragam yang telah di buat oleh tenaga farmasis. Diantara sediaan obat tersebut menurut bentuknya yaitu solid (padat), semisolid (setengah padat) dan liquid (cair).

Bentuk sediaan cair (liquid) adalah sistem disperse dua atau lebih fase. Fase terdispers adalah bahan obat yang terdisribusi merata pada fase pendispers atau cairan pembawa.

Salah satunya adalah sediaan cair yang berbentuk minyak, yaitu minyak gosok, Penggunaan minyak gosok telah menjadi hal yang umum bagi masyarakat Indonesia. Rasa hangat atau aroma tertentu akan didapatkan saat mengoleskannya. Sejak bayi sampai tua, kehadirannya biasa menemani kehidupan seseorang.

Rasa hangat saat dioleskannya minyak gosok disebabkan karena minyak gosok dapat melebarkan pembuluh darah di permukaan kulit. Karena pelebaran ini, maka darah yang mengalir di permukaan kulit akan lebih banyak dan menimbulkan rasa hangat sehingga dapat meredakan rasa sakit. Minyak gosok juga dapat menghilangkan rasa gatal akibat gigitan serangga.

1.2              Landasan Teori

  1. Pengertian Obat Gosok

Obat gosok adalah obat yang cara pemakaiannya dengan cara digosok pada seluruh anggota badan atau anggota badan yang merasa sakit.

Jenis obat gosok ada 2 macam, yakni obat gosok cair dan obat gosok padat.

Obat gosok cair adalah obat gosok yang lebih banyak dibuat oleh industri rumah tangga sedangkan obat gosok padat lebih banyak dibuat di pabrik.

Fungsi dari obat gosok adalah dapat menghilangkan rasa nyeri dan mengusir masuk angin.

  1. Syarat Sediaan yang Baik dan Persyaratannya

Syarat Larutan yang baik adalah :

  1. Harus 100% murni.
  2. Zat tersebut harus stabil baik pada suhu kamar ataupun pada waktu dilakukan pemanasan, standar primer biasanya dikeringkan terlebih dahulu sebelum ditimbang.
  3. Bahannya mudah diperoleh.
  4. Biasanya zat standar primer memiliki Masa molar (MR) yang besar hal ini untuk memperkecil kesalahan relatif atau error pada waktu proses penimbangan. Menimbang zat dalam jumlah besar memiliki kesalahan relatif yang lebih kecil dibanding dengan menimbang zat dalam jumlah yang kecil.
  5. Zat tersebut juga harus memenuhi persyaratan teknik titrasi
  1. Cara Pengujian Minyak Gosok
  1. Uji organoleptis, diamati bentuk, warna dan bau sediaan yang di hasilkan.
  2. Pengukuran pH menggunakan pH meter atau indikator universal.
  3. Uji Homogenitas. Teteskan 3-4 tetes sediaan ada objek glass, tutup kembali dengan objek glass lainnya. Diamati homogenitasnya
  4. Uji Volume Terpindahkan. Setelah di kemas, tuang sediaan dalam gelas ukur dilihat apakah sesuai voume yang diminta atau tidak
  5. Uji Viskositas dengan menggunakan viskometer

1.3              Spesifikasi Produk Originator

Nama                     : Minyak Gosok Aroma Terapi

Bentuk                  : Cairan seperti minyak

Warna                    :

Aroma                   :

Rasa                      :  –

Volume                 : 100ml

Kemasan               : Botol Coklat

Penyimpanan         : Suhu 25-30oC

BAB II ISI

2.1              Alat yang Digunakan

  1. Mortir dan stemper
  2. Beaker Glass
  3. Gelas Ukur
  4. Kaca Arloji
  5. Timbangan
  6. Botol volume 100ml
  7. Cawan Porselen
  8. Sendok Tanduk
  9. Alat evaluasi sediaan

2.2              Formula

No. Jenis Bahan Nama Bahan Per 1 ml Per 60 ml Per 100 ml
1 Bahan aktif Oleum Gaultheria Oil 350 mg 21 ml 35 ml
2 Oleum Cajuputi 150 mg 9 ml 15 ml
3 Bahan tambahan Menthol 150 mg 9 g 15 g
4 Campora 150 mg 9 g 15 g
5 Paraffin Liquidum 200 mg 12 ml 20 ml
6 Lavender Oil qs qs qs

2.3              Monografi Bahan

  1. Minyak Gandapura (Oleum Gaultheria Oil) (Google)

Mengandung minyak atsiri, metal salisilat, glikosida, zat hamak, dan harsa.

Khasiat dan kegunaan : Karminatif dan antiseptic, minyak atsiri (obat luar)

  1. Minyak kayu putih (Oleum Cajuputi) ( FI III Hal 453 )

Pemerian cairan : tidak berwarna,kuning atau hijau,bau khas,aromatic : rasa pahit.

Kelarutan : mudah larut dalam etanol 90 % p, jika lama disimpan kelarutan   berkurang.

Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat.

Khasiat dan penggunaan Antiiritan : karminativum.

  1. Mentol  ( FI III Hal 362 )Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik,ditempat sejuk.
  2. Khasiat dan penggunaan : korigen dan antiiritan.
  3. Kelarutan : sukar larut dalam air,sangat mudah larut dalam etanol 95%.
  4. Pemerian : Hablur berbentuk jarum atau prisma,tidak berwarna,bau tajam seperti minyak permen,rasa panas dan aromatic diikuti rasa dingin.
  1. Camphora ( FI III Hal 130 )Penyimpanan : dalam wadah tertutup rapat,ditempat sejuk.
  2. khasiat dan penggunaan : antiiritan.
  3. Kelarutan : larut dalam 700 bagian air,sangat mudah larut dalam eter p.
  4. Pemerian : hablur butir atau massa hablur,tidak berwarna atau putih,bau khas,tajam,rasa pedas dan aromatic.
  5. Parafin Liquidum (FI III Hal 475)

Pemerian : Cairan kental, transparan, tidak berflouresensi, tidak berwarna, hamper tidak berbau, hamper tidak mempunyai rasa

Kelarutan : Praktis tidak larut dalam air dan dalam etanol (95%) P

Penyimpanan : wadah tertutup baik, terlindungi dari cahaya

Khasiat : Laksatikum

2.4              Cara Kerja

2.5              Cara Pengujian

BAB III PENUTUP

3.1              Rancangan Kemasan

Daftar Pustaka

  1. Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan; 1995, Farmakope Indonesia. Edisi IV. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta
  2. Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan; 1979, Farmakope Indonesia. Edisi III. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta
  3. http://safri-maya.blogspot.com/2009/01/syarat-larutan-standar.html
  4. http://obat-gosok-indonesia-teknologi.html
  5. Manfaat Minyak Gosok Tradisional Indonesia.htm

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here