MENGAMATI MORFOLOGI BAKTERI PEWARNAAN GRAM

0
393

MENGAMATI MORFOLOGI BAKTERI PEWARNAAN GRAM

  1. Pendahuluan
    Mikroorganisme yang ada di alam ini mempunyai morfologi, struktur dan sifat-sifat yang khas begitu pula dengan bakteri. Bakteri yang hidup hampir tidak berwarna dan kontras dengan air, dimana sel-sel bakteri yang ada di suspensikan. Salah satu cara unutk mengamati bentuk sel bakteri sehingga mudah di identifikasi adalah dengan cara metode pengenceran atau pewarnaan. Hal tersebut berfungsi untuk mengetahuisifat fisiologisnya  yaitu mengetahui reaksi dinding sel bakteri melalui serangkaian pengecetan atau pewarnaan.Sel bakteri dapat teramati dengan jelas jika digunakan mikroskop dengan pembesaran 100 x 10 yang ditambah minyak imersi. Jika dibuat preparat ulas tanpa pewarnaan, sel bakteri sulit terlihat. Pewarnaan bertujuan untuk memperjelas sel bakteri dengan menempelkan zat warna ke permukaan sel bakteri. Zat warna dapat mengabsorbsi dan membiaskan cahaya, sehingga kontras sel bakteri dengan sekelilingnya ditingkatkan.Zat warna yang digunakan bersifat asam atau basa. Pada zat warna basa, bagian yang berperan dalam memberikan warna disebut kromofor dan mempunyai muatan positif. Sebaliknya pada zat warna asam bagian yang berperan memberikan zat warna memiliki muatan negative. Zat warna basa lebih banyak digunakam kerena matan negative banyak ditemukan pada permukaan sel. Contoh zat warna asam antara lain Crystal Violet, Methylene Blue, Safranin, Base Fuchsin, Malachite Green dll. Sedangkan zat warna basa antara lain Eosin,Congo Red dll.Adapun macam-macam pewarnaan, antara lain :
    1.      Pewarnaan Sederhana
    Pewarnaan sederhana merupakan pewarnaan dengan menggunakan satu jenis pewarna saja dengan tujuan untuk mengetahui morfologi dan susunan selnya. Pewarnaan ini dapat menggunakan pewarna basa pada umumnya, antara lain : kristal violet, metylen blue, karbol fuchsin, dan safranin.
    2.      Pewarnaan Gram
    Pewarnaan gram merupakan pewarnaan yang digunakan untuk mengelompokkan bakteri gram positif dan bakteri gram negatif. Pewarna yang digunakan antara lain : kristal violet sebagai gram A, iodine sebagai gram B, alkohol sebagai gram C, serta safranin sebagai gram D.
    3.      Pewarnaan Kapsul
    Pewarnaan ini mengunakan dua reagen, yaitu: kristal violet sebagai dekolorisator (penghapus warna utama) serta kopper sulfat sebagai pewarna tandingan teradsorbsi bahan kapsular yang mengalami dekolorisasi. Hasil pewarnaannya ialah kapsul akan berwarna biru terang kontras dengan warna ungu gelap dari sel.
    4.      Pewarnaan Spora
    Pewarnaan spora merupakan pewarnaan dengan menggunakan malchit green dan safranin, yang dalam hasil pewarnaanya akan muncul warna hijau pada sporanya, serta warna merah pada sel vegetatifnya, yaitu pada Bacillus subtilis.

Teknik- teknik pewarnaan secara umum, antara lain :
a.       Pewarnaan Sederhana
Pewarnaan ini digunakan untuk visualisasi bentuk morfologis yang berupa basil, kokus, basil, vibrio dan spiral), dan susunan (rantai, gerombol, berpasangan, dan tetrad).
b.      Pewarnaan diferensial
Pewarnaan ini digunakan untuk pemisahan dalam kelompok yang terbagi menjadi dua, yaitu pewarna gram dan pewarna tahan asam. Selain itu juga digunakan untuk visualisasi struktur yang dibedakan menjadi empat, yaitu pewarna kapsul, pewarna flagel, pewarna spora, dan pewarna inti.dalam praktikum kali ini menggunakan pewarnaan gram dengan sampel tanah, karena dalam waktu 24 jam sampel daun yang di simpan pada inkubator, bakteri yang terdapat pada daun tidak tumbuh pada media NA

  1. Metode
  • Alat yang digunakan :
  1. Kaca object
  2. Lampu Bunsen
  3. Jarum Inokulum (ose)
  4. Mikroskop
  • Bahan yang digunakan :
  1. Sampel hasil penanaman
  2. Aquadest
  3. Kapas
  4. Kristal violet
  5. Mordant (lugol iodine)
  6. Ethanol 96%
  7. Safranin
  8. Tissue
  • Cara kerja pewarnaan gram :
  1. Siapkan alat dan bahan yang akan dilakukan pewarnaan.
  2. Ambil biakan yang sudah ditumbuhi mikroorganisme.
  3. Ambil sedikit biakan,diletakkan di kaca preparat dengan menggunakan jarum inokulum yang telah dipijar.
  4. Kemudian kaca object yang telah berisi mikroba dipanaskan di atas lampu bunsen, hingga mikroba menempel pada permukaan kaca object
  5. Teteskan Kristal violet secara merata sampai menutupi permukaan mikroba dan tunggu ± 1 menit
  6. Cuci dengan aquadest mengalir
  7. Teteskan mordant (lugol’s iodine) lalu tunggu ± 1 menit
  8. Cuci dengan aquadest mengalir
  9. Berilah larutan pemucat (etanol 96% / aseton ) setetes demi setetes hingga ethanol yang jatuh berwarna jernih. Jangan sampai terlalu banyak, tunggu ± 1 menit
  10. Cuci dengan aquadest mengalir
  11. Teteskan safranin dan tunggu selama ± 45 detik.
  12. Keringkan preparat dengan kertas tissue, yang ditempelkan di sisi ulasan biarkan mengering di udara
  13. Letakkan kaca preparat dalam mikroskop.
  14. Amati warna mikroorganismenya.
  1. Hasil Praktikum

Dalam praktikum kali ini didapatkan hasil yaitu warna dari mikroba sampel tanah adalah warna ungu dengan kata lain tidak terpengaruh oleh warna safranin. Sehingga disebuat mikroba gram positif.

Bakteri gram positif memiliki dinding sel yang tebal dan membrane sel selapis.

  1. Pembahasan

Pada praktikum ini kelompok kami mengamati bakteri yang ada di daun sirih tetapi setelah di inkubator selama 24 jam tidak terjadi pertumbuhan bakteri sehingga kelompok kami menggunakan bakteri yang tumbuh pada media tanah yang dibuat oleh kelompok lain. Dalam praktikum kali ini dilakukan pewarnaan gram pada mikroba.
Pewarnaan gram adalah pewarnaan diferensial yang sangat berguna dan paling banyak digunakan dalam laboratorium mikrobiologi, karena merupakan tahapan penting dalam langkah awal identifikasi. Pewarnaan gram ini dilakukan dengan cara membuat preparat ulas (smear) yang telah difiksasi dari bakteri gram positif missal bacillus subtilis dan gram negatif missal Escherichia coli, setelah membuat preparat ulas di teteskan Kristal violet sebagai pewarna utama pada kedua preparat, usahakan semua ulasan terwarnai dan tunggu selama ± 1 menit,lalu cuci dengan aquadest mengalir kemudian teteskan mordant(lugol,s iodine) tunggu ± 1 menit kemudian cuci dengan aquadest mengalir. Selanjutnya  beri larutan pemucat (ethanol 96%/aseton ) setetes demi setetes hinga ethanol yang jatuh berwarna jernih jangan sampai terlalu banyak lalu cuci lagi dengan aquadest mengalir dan teteskan counterstain(safranin)dan tunggu sampai ± 45 detik kemudian cuci dengan aquadest mengalir yang terakhir preparat tadi dikeringkan dengan kertas tissue yang di tempelkan disisi ulasan dan jangan sampai merusak ulasan.
Hasil pewarnaan tersebut dapat dibedakan yaitu bakteri gram positif dan bakteri gram negatif.Pada prosedur pewarnaan gram mewarnai beberapa bakteri menjadi ungu dan yang lain merah karena hal ini tampaknya disebabkan oleh perbedaan dalam struktur kimiawi permukaannya. Bakteri gram positif berwarna ungu adalah bakteri yang mampu mengikat kuat warna utama violet kristal dan tidak terlunturkan oleh ethanol. Sehingga tidak terpengaruh warna penutup safranin. Bakteri gram negatif berwarna merah adalah bakteri yang dinding selnya tidak mampu menyerap kuat warna utama violet kristal sehingga mudah terlunturkan oleh ethanol dan akhirnya selnya tertutup warna penutup safranin.Pewarnaan gram masih merupakan salah satu prosedur yang paling banyak digunakan untuk mencirikan banyak bakteri. Terutama amat berarti di laboratorium diagnostik rumah sakit karena informasi yang diperoleh dari pengamatan spesimen yang diwarnai dengan pewarnaan gram dengan cepat dapat memberi petunjuk akan organisme penyebab suatu infeksi .Bakteri gram negatif berbeda dari bakteri gram positif yaitu bakteri gram negatif lebih rentan terhadap asam antibiotik seperti streptomisin. Bakteri gram positif pada umumnya lebih rentan terhadap antibiotik penisilin dan kurang rentan terhadap disintegrasi oleh perlakuan mekanis atau bila diberi enzim-enzim tertentu .Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pewarnaan mikroba antara lain adalah fiksasi, peluntur warna, subtrat, intensifikasi pewarna untuk mempercepat pewarnaan mikroba sehingga zat akan terikat lebih mudah di dalam jaringan. Zat warna penutup untuk memberikan warna kontras pada sel mikroba, yang diwarnai yang tidak menyerap warna pula.

  1. Kesimpulan

Berdasarkan percobaan yang dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa :

 Pewarnaan mikroorganisme dapat dilakukan pengecatan gram, pengecatan sederhana, dan pengecatan spora.

Pewarnaan sederhana digunakan untuk melihat bentuk dan struktur sel bakteri dengan menggunakan satu jenis pewarna seperti safranin atau kristal violet, sedangkan pewarnaan gram digunakan untuk membedakan antara bakteri gram (+) dan gram (-) dengan lebih dari satu zat warna.

Bakteri gram negatif pada teknik pewarnaan akan menghasilkan warna merah dan bakteri gram positif akan menghasilkan warna ungu.

Faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pewarnaan mikroba antara lain adalah fiksasi, peluntur warna, subtrat, intensifikasi pewarna untuk mempercepat pewarnaan mikroba sehingga zat akan terikat lebih mudah di dalam jaringan. Zat warna penutup untuk memberikan warna kontras pada sel mikroba, yang diwarnai yang tidak menyerap warna pula.

  1. Daftar Pustaka
  2. http://LAPORAN PRAKTIKUM TEKNIK KIMIA _Halaman 5.htm
  3. Modul Mikrobiologi Semester II

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here