ANATOMI DAUN, BATANG, AKAR DAN FOTOSINTESIS

0
1239

MORFOLOGI DAN FISIOLOGI TUMBUHAN

Anatomi Daun, Batang, Akar & Fotosintesis

 

 

 Oleh :  Kelas A

Nama Kelompok :

  1. Anastasia Alexandra Leo (131004)
  2. Annisa Hanum (131006)
  3. Dewi Putriyani (131012)
  4. Dian Pratiwi (131013)
  5. Erna Widiasmini (131017)

 

 

AKADEMI FARMASI SARASWATI DENPASAR

TAHUN AKADEMIK 2013/2014

BAB I

ANATOMI DAUN

1.1  PENDAHULUAN

Daun merupakan bagian tumbuhan yang biasanya berbentuk lembaran pipih, hijau, dan berfungsi sebagai tempat pembuatan makanan bagi tumbuhan melalui proses fotosintesis. Warna hijau pada daun berasal dari kandungan klorofil pada daun. Klorofil adalah senyawa pigmen yang berperan dalam menyeleksi panjang gelombang cahaya yang energinya diambil dalam fotosintesis.

Anatomi Daun:

Epidermis terbagi atas epidermis atas dan bawah. Epidermis berfungsi melindungi jaringan dibawahnya.

  1. Jaringan Palisade/Jaringan Tiang berfungsi untuk tempat fotosintesis
  2. Jaringan Spons/Jaringan bunga karang yang berongga berfungsi untuk tempat menyimpan cadangan makanan
  3. Berkas Pembuluh Angkut terdiri dari xilem dan floem.Xilem berfungsi untuk mengangkut garam-garam yang diserap akar dari dalam tanah k daun(sebagai bahan fotosintesis).Sedangkan floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis keseluruh tubuh tumbuhan
  4. Stomata berfungsi sebagai organ respirasi

1.2  TUJUAN PRAKTIKUM

Mengenal dan mengamati struktur anatomi daun (folium) suatu tumbuhan

1.3  ALAT DAN BAHAN

  1. Alat yang digunakan :

Mikroskop,kaca objek dan penutup,pipet tetes,silet,pinset

  1. Bahan yang digunakan :
    Daun segar dari suatu tumbuhan,aquades

1.4  PROSEDUR

Mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5 orang. Setip kelompok membuat irisan melintang daun(folium) dari tumbuhan yang diberikan,irisan tersebut ditempatkan pada kaca objek yang telah ditetesi air, ditutup dengan gelas penutup, kemudian diamati dibawah mikroskop, lihat dan gambar jaringan penyusun daun(folium) tersebut.

1.5  HASIL PERCOBAAN

  1. DAUN RHOE DISCOLOR

Gambar 1.1 Anatomi Daun Rhoe Discolor yang Dipotong Melintang

Gambar 1.2 Anatomi Daun Rhoe Discolor yang Dipotong Membujur

  1. DAUN KUMIS KUCING

Gambar 1.3 Anatomi Daun Kumis Kucing yang Dipotong Melintang

1.6  KESIMPULAN

Rhoeo discolor merupakan tumbuhan herba tegak yang bentuknya menyerupai pohon nenas dan tumbuh subur pada tanah yang lembab. Daun berbentuk seperti pedang, pangkalnya menyempit berwarna hijau gelap di bagian atasnya dan ungu bawahnya.  Daun rata dengan panjang 25-30 cm dan lebar 3-6 cm. Jaringan epidermis pada daun rhoe discolor sama dengan jaringan epidermis pada daun umumnya, memiliki jaringan palisade, jaringan spons, berkas pembuluh angkut dan stomata.

Daun Sel epidermis atas berbentuk persegi empat, terentang tangensial, tampak poligonal pada pengamatan tangensial, dinding antiklinal berombak kecuali pada sel di sekitar rambut. Sel epidermis bawah lebih kecil, dinding antiklinal lebih berombak Stomata tipe diasitik, terdapat pada kedua permukaan, lebih banyak di permukaan bawah

BAB II

ANATOMI BATANG

2.1 PENDAHULUAN

Batang merupakan bagian dari tumbuhan yang amat penting, mengingat kedudukan batang bagi tubuh tumbuhan, batang dapat disamakan dengan sumbu tubuh tumbuhan. Terdapat perbedaan antara batang dikotil dan monokotil dalam sususan anatominya .

Anatomi batang dikotil :
Pada batang dikotil terdapat lapisan-lapisan dari luar ke dalam :

  1. a)Epidermis

Terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar sel. Fungsi epidermis untuk melindugi jaringan di bawahnya. Pada batang yang mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis digantikan oleh lapisan gabus yang dibentuk dari cambium gabus.

  1. b)Korteks

Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel, yang dekat dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim , makin ke dalam tersusun atas jaringan parenkim.

  1. c)Endodermis

Endodermis batang disebut juga kulit dalam, tersusun atas selapis sel, merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan stele. Endodermis tumbuhan Angiospermae mengandung zat tepung, tetapi tidak terdapat pada endodermis tumbuhan gymnospermae.

  1. d)Stele / silinder pusat

Merupakan lapisan terdalam dari batang. Lapis terluar dari stele disebut perisikel atau perikambium . ikatan pembuluh pada stele disebut tipe kolateral yang artinya xylem dan floem. Letak saling bersisian , xylem disebelah dalam dan floem sebelah luar. Antara xylem dan floem terdapat cambium intravasikuler, pada perkembangan selanjutnya jaringan parenkim yang terdapat diantara berkas pembuluh angkut juga berubah menjadi cambium, yang disebut cambium intervaskuler. Keduanya dapat mengadakan pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan bertambah besarnya diameter batang. Pada tumbuha dikotil, berkayu keras dan hidupnya menahun, pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung terus-menerus, tetapi hanya pada saat air dan zat hara tersedia cukup, sedangkan pada musim kering tidak terjadi pertumbuhan sehingga pertubuhan menebalnya pada batang tampak berlapis-lapis, setiap lapis menunjukkan aktivitas pertumbuhan selama satu tahun, lapis-lapis lingkaran tersebut dinamakan lingkaran tahun.

Anatomi batang monokotil :

Pada batang monokotil, epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas antara korteks dan stele umunya tidak jelas. Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral tertutup yang artinya di antara xylem dan floem tidak ditemukan cambium.

Tidak adanya kambium pada monokotil menyebabkan batang monokotil tidak dapat tumbuh membesar, dengan kata lain tidak terjadi pertumbuhan menebal sekunder. Meskipun demikian, ada monokotil yang dapat mengadakan pertumbuhan menebal sekunder, misalnya pada pohon hanjuang (cordyline sp) dan pohon nenas seberang (agave sp) .

2.2 TUJUAN PRAKTIKUM

Mengenal dan mengamati struktur anatomi batang (caulis) suatu tumbuhan

2.3 ALAT DAN BAHAN

  1. Alat yang digunakan :

Mikroskop, kaca objek dan penutup , pipet tetes, silet, pinset

  1. Bahan yang digunakan :

Batang dari suatu tumbuhan, aquades

2.4 PROSEDUR

Mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5 orang . setiap keompok membuat irisan elintang (caulis) dari tumbuhan yang diberikan, irisan tersebut ditempatkan pada kaca objek yang telah ditetesi air, ditutup dengan gelas penutup, kemudian amati dibawah mikroskop, lihat dan gambar jaringan penyusun bang (caulis) tersebut.

2.5              HASIL PERCOBAAN

  1. Batang jagung                                              2. Batang kacang hijau

2.6       KESIMPULAN

Pada potongan melintang tanaman jagung terdapat jaringan epidermis, sklerenkim,  parenkim, dan sistem vaskular. Berkas pembuluh tersebar pada meristem dasar dilindungi sarung berkas pengangkut, tidak memiliki kambium

Pada potongan melintang tanaman kacang hijau, disebelah dalam epidermis terdapat korteks dan stele. Berkas pengangkutnya terletak di bagian dalam perisikeldan memiliki kambium.

BAB III

ANATOMI AKAR

3.1  PENDAHULUAN

Akar merupakan bagian tumbuhan yang berada dalam tanah. Bentuk akar sebagian besar meruncing. Terkadang, akar memiliki ujung yang berwarna cerah.

Anatomi Akar

Pada akar muda bila di lakukan potong melintang akan terlihat bagian – bagian dari luar ke dalam:

  1. Epidermis
  2. Korteks
  3. Endodermis
  4. Silinder pusat / stele
  1. Epidermis

Susunan sel-selnya rapat dan setebal 1 lapis sel, dinding selnya muda dilewati air. Bulu akar merupakan modifikasi dari sel epidermis akar, bertugas menyerap air dan garam-garam mineral terlarut, bulu akar memperluas permukaan akar.

  1. Korteks

Letaknya langsung di bawa epidermis, sel-selnya tidak tersusun rapat, sehingga banyak memiliki ruang antar sel. Sebagian besar dibangun oleh jaringan parenkim.

  1. Endodermis

Merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan silinder pusat. Sel-sel endodermis dapat mengalami penebalan zat gabus pada dindingnya dan membentuk seperti titik-titik, dinamakan titik Caspary.

  1. Silinder pusat / Stele

Silinder pusat/stele merupakan bagian terdalam dari akar. Terdiri dari berbagai macam jaringan :

l  Persikel/Perkambium

        Merupakan lapisan terluar dari stele. Akar cabang terbentuk dari pertumbuhan persikel ke arah luar.

l  Berkas Pembulu Angkut/Vasis

        Terdiri atas xilem dan floem yanb tersusun bergantian menurut arah jari-jari. Pada dikotil antara  xilem dan floem terdapat jaringan kambium

l  Empulur

        Letaknya paling dalam atau diantara berkas pembuluh angkut terdiri dari jaringan parenkim.

3.2 TUJUAN PRAKTIKUM

Mengenal dan mengamati struktur anatomi akar (radix) suatu tumbuhan

3.3  ALAT DAN BAHAN

  1. Alat yang digunakan :

Mikroskop, kaca objek dan penutup, pipet tetes, silet, pingset

  1. Bahan yang digunakan :

            Akar dari suatu tumbuhan, aquades,

3.4. PROSEDUR

Mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5 orang. Setiap kelompok membuat irisan melintang akar (radix) dari tumbuhan yang diberikan, irisan tersebut di tempatkan pada kaca objek yang telah ditetesi air, ditutup dengan gelas penutup, kemudian diamati di bawah mikroskop, lihat dan gambar jaringan penyusun akar (radix) tersebut.

3.5. HASIL PERCOBAAN

  1. Akar Jagung                                                                            2. Akar Kacang Hijau

3.6. KESIMPULAN

            jaringan pengangkut pada akar jagung (monokotil) tersebar. Xilem berdekatan dengan floem sedangkan floem berdekatan dengan xilem dan tidak dipisahkan oleh kambium

            Jaringan pengangkut pada akar kacang hijau (dikotil) teratur. Xilem berbentuk bintang di pusat tersusun radial/membentuk jari-jari bersama dengan floem. Sedangkan floem terletak diantara jari-jari yang dibentuk oleh xilem dan di pisahkan oeh kambium.

BAB IV

FOTOSINTESIS

4.1              PENDAHULUAN

Proses fotosintesis merupakan penyusunan makanan yng dilakukan oleh tumbuhan berklorofil. Klorofil merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi agar proses fotosintesis dapat berlangsung.selain klorofil, dalam proses fotosintesis juga memerlukan Air (H2O), Karbondioksida (CO2) dan energy cahaya matahari. Jika salah satu dari keempat komponen tersebut tidak ada maka proses fotosintesis tidak dapat berlangsung.

Reaksi fotosintesis : CO2 + H2O          (CH2O)n + O2

  1. Klorofi

Klorofil adalah zat warna daun, terdapat dalam kloroplas, dan banyak ditemukan pada bagian tumbuhan yang berwarna hijau. Pada daun, klorofil banyak ditemukan pada jaringan palisade atau tiang dari pada jaringan spon. Pada tumbuhan tingkat tinggi dapat ditemuikan dua macam klorofil yaitu klorofil a yang zat warna daun berwarna hijau tua, dan klorofil b berwarna hijau muda. Selain klorofil ditemukan juga zat warna yang lain yaitu karatenoid tidak terlihat karena tertutup warna klorofil. Bila daun telah ta klorofil akan berkurang sehingga terlihat warna kuning.

  1. Air (H2O)

Air yang diperlukan dalam proses fotosintesis diambil dalam tanah, diserap melalui bulu bulu akar, kemudian diangkut ketempat fotosintesis melalui pembuluh kayu (xylem).

  1. Karbondioksida (CO2)

Karbondioksida diperlukan dalam proses fotosintesis diambil oleh tumbuhan dari udara melalui stomata. Dalam fotosintesis CO2 berfungsi sebagai penyumbang unsure C pada gula. Meningkatkan kadar COdi udara berpengaruh terhadap kecepatan fotosintesis. Jika kadar COterlalu tinggi dapat menjadi racun bagi tumbuhan.

  1. Energi Cahaya Matahari

Sumber energi utama dalam fotosintesis adalah energi matahari. Cahaya matahari yang dapat dilihat dengan mata tampak berwarna putih karena sebenarnya terdiri atas warna-warna MEJIKUHIBINIU.

  1. Faktor tumbuhan

Fotosintesis umumnya dapat berjalan pada suhu 5-40  oC. Kecepatan fotosintesis bertambah sampai maksimal suhu 35 oC. Selain itu kecepatan fotosintesis turun tajam dimungkinkan karena enzim menjadi kurang aktif. Selain suhu, pada kloroplas terdapat molekul carrier untuk transport hydrogen, electron, dan transport energy. Selain itu pada kloroplas terdapat macam macam enzim untuk reaksi fotosintesis. Reaksi fotosintesis terjadi melalui 2 tahapan, yaitu:

  1. Reaksi terang

Disebut reaksi terang karena untuk melakukan reaksi membutuhkan cahaya (fotokimia). Terjadi didalam grana lebih spesifiknya yaitu pada membrane tilakoid, dalam reaksi terang pengubahan energy dari cahaya menjadi energy kimia yang tersimpan dalam ATP dan NADPH dimana energy inilah yang akan digunakan dalam reaksi gelap untuk membentuk hasil akhir fotosintesis yaitu glukosa.

  1. Reaksi gelap

Reaksi ini disebut reaksi gelap karena pada saat berlangsungnyareaksi tidak diperlukan energy cahaya, tetapi reaksi gelap terjadi pada saat terjadinya energy cahaya karena reaksi merupakan kelanjutan dari reaksi terang. Tempat terjadinya reaksi terang didalam stroma. Fotosintesis selain terjadi pada tumbuhan juga terjadi pada belerang tertentu digunakan sulfida (H2S) sebagai pengganti air, dan belerang (S) sebagai pengganti oksigen.

4.2    TUJUAN PRAKTIKUM

Menguji adanya pati sebagai hasil dari fotosintesis

4.3    ALAT DAN BAHAN

  1. Alat yang digunakan :

Beker glass, cawan, alat pemanas, wadah perebus, kertas karbon/aluminium foil.

  1. Bahan yang digunakan :

Daun (kumis kucing,dll), alcohol 95 %, larutan iodium.

4.4    PROSEDUR

Setiap mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5 orang. Setiap kelompok melakukan cara kerja dibawah ini :

  1. Daun tumbuhan ditempat terbuka ditutup dengan kertas karbon atau kertas aluminium pada pagi hari, sehari sebelum percobaan.
  2. Petik daun daun yang ditutup tersebut (yang tidak terkena sinar matahari) dan juga daun daun  yang tidak ditutup ( daun yang kena sinar matahari).
  3. Rebus kedua kelompok daun terebut secara terpisah dengan alcohol 95 % di atas air yang mendidih, rebus daun sampai daun menjadi pucat/putih (klorofilnya larut).
  4. Ambillah daun yang telah pucat tersebut, lalu cuci dengan air.
  5. Letakkan kedua kelompok daun tersebut dalam cawan secara terpisah, kemudian masing masing ditetesi dengan larrutan iodium.
  6. Amati perubahan warna yang terjadi pada daun daun tersebut.

4.5    HASIL PERCOBAAN

Bahan/Sampel Perlakuan Hasil pengamatan
Daun yang kena sinar matahari Direbus dengan alcohol 95 %, kemudian ditetesi larutan iodium  
Daun yang tidak kena sinar matahari Direbus dengan alcohol 95 %, kemudian ditetesi larutan iodium  

4.6    KESIMPULAN

Daun yang ditutup ternyata daun masih berwarna hijau atau dapat dinyatakan bahwa tidak ada perubahan dalam proses penutupan dengan aluminium foil. Dari hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa tidak ada perubahan di dalam daun tersebut karena adanya kegagalan di dalam perlakuan dan penutupan dengan kertas tersebut, maka dari itu di dalam praktikum tentang fotosintesis di nyatakan gagal.

Tetapi dari teori bahwa daun tanaman yang ditutupi oleh kertas aluminium foil maka daun tanaman itu akan berubah warna menjadi warna gelap yang menunjukkan adanya amilum pada daun. Amilum disusun di dalam kloroplas dan juga di dalam leukoplas. Sebagai tempat untuk penyimpanan penyusun amilum diperlukan bahan berupa glukosa 1-pospat serta bantuan enzim berupa posporilase amilum.

Pada daun tanaman apabila ditutupi oleh kertas timah maka daun tersebut tidak dapat melakukan proses fotosintesis untuk menghasilkan energi yang dibutuhkan oleh tubuh tanaman yang dirubah menjadi gula glukosa, sehingga fungsi daun berubah fungsi menjadi tempat penyimpanan amilum. Senyawa organik yang merupakan derivate aldehida atau keton dari alkohol polihibrid atau senyawa yang menghasilkan derivat-derivat aldehida atau keton pada reaksi hidrolisis disebut karbohidrat.

DAFTAR PUSTAKA

  1. http://fitrisains.wordpress.com/2011/05/07/tanaman-kumis-kucing/
  2. http://sustainablemovement.wordpress.com/2011/12/27/anatomi-dan-morfologi-tanaman-jagung/
  3. http://studyduck24.blogspot.com/2012/03/mengamati-struktur-akar-batang.html
  4. http://ade12forest.blogspot.com/2013/07/hasil-dari-proses-fotosintesis-berupa.html
  5. http://hanikhamdiyah.blogspot.com/2012/12/laporan-paraktikum-epidermis-daun-rhoe.html

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here